Halaman Utama arrow Berita MGB arrow Pidato Ilmiah Prof. Bambang Sugeng Subagio - 8 September 2007

Halaman Utama
Anggota
Struktur Organisasi ITB
Sekilas MGB
Pencarian
Kontak Kami
MWA
Senat Akademik
ITB
Site Credits

Pidato Ilmiah Prof. Bambang Sugeng Subagio - 8 September 2007 Buat halaman ini dlm format PDF Cetak halaman ini Kirim halaman ini ke teman via E-mail

Oleh:
Prof. Bambang Sugeng Subagio
Guru Besar Ilmu Rekayasa Transportasi
Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan
Institut Teknologi Bandung
 
Bandung, 8 September 2007

Peranan Penelitian Bidang Rekayasa Perkerasan Dalam Mendukung Terwujudnya Sustainable Transportation di Indonesia
 
SINOPSIS
 
Masalah transportasi merupakan masalah yang selalu dihadapi oleh semua, baik negara yang telah maju maupun juga oleh banyak negara yang sedang berkembang seperti Indonesia. Permasalahan umumnya terjadi baik dalam bidang transportasi perkotaan maupun bidang transportasi regional antarkota. Terciptanya sistem transportasi yang dapat menjamin pergerakan manusia dan/atau barang secara lancar, aman, cepat, murah, dan nyaman merupakan tujuan utama pembangunan dalam sektor transportasi. Sedangkan pembangunan transportasi jalan merupakan bagian yang amat penting dalam pembangunan nasional, sehingga prasarana jalan sebagai prasarana publik memiliki nilai ekonomi, nilai sosial dan nilai strategis. Fungsi jaringan jalan sebagai salah satu komponen prasarana transportasi, sudah saatnya diletakkan pada posisi yang setara dalam perencanaan transportasi secara global, terutama pada era desentralisasi saat ini, yang berfungsi sebagai perekat keutuhan bangsa dan negara dalam segala aspek sosial, budaya , ekonomi, politik dan keamanan.

Dilain pihak, dalam rangka mencapai “Sustainable Transportation” dimasa-masa mendatang, maka pengembangan sistem transportasi harus selalu mengacu kepada pemeliharaan ekosistem yang baik dan memperbaiki kualitas hidup manusia dibumi. Dikenal 8(delapan) prinsip utama (guidance) guna mencapai “sustainable transportation” tersebut, yaitu : access, equity, health & safety, individual responsibility, integrated planning, pollution prevention, land & resource use dan fuller cost accounting.

Terdapat beberapa permasalahan yang berkaitan dengan pembangunan jalan di Indonesia, permasalahan pertama adalah sebagian besar ( 89% ) kondisi jalan diseluruh Indonesia berada dalam kondisi KURANG MANTAP dan TIDAK MANTAP, bahkan juga kondisi KRITIS. Adanya kondisi semacam ini tentu berakibat kepada besarnya biaya yang dibutuhkan untuk melakukan program pemeliharaan seluruh jaringan jalan. Permasalahan kedua dari perkerasan jalan di Indonesia adalah terus meningkatnya kebutuhan biaya untuk melakukan kegiatan pemeliharaan seluruh jaringan jalan, yang belum tentu dapat dipenuhi seluruhnya, baik dari anggaran pusat maupun dari anggaran daerah. Permasalahan ketiga adalah : kondisi jaringan jalan nasional, dalam beberapa tahun terakhir, terus mengalami penurunan. Beberapa penyebab utama antara lain : kualitas konstruksi jalan yang belum optimal, sering terjadinya beban berlebih ( excessive overloading ), sering terjadinya bencana alam, serta menurunnya kemampuan pemerintah dalam memenuhi biaya pemeliharaan jaringan jalan.  Seluruh permasalahan diatas, yang notabene merupakan tugas dan tanggung jawab Pemerintah Pusat dan Daerah, juga dapat memberikan peluang bagi para akademisi untuk terus melakukan penelitian dalam bidang ilmu “ rekayasa perkerasan jalan”.

Tulisan ini menyajikan kegiatan penelitian yang penulis lakukan selama beberapa tahun terakhir, yang berada dalam ruang lingkup Kelompok Keahlian Rekayasa Transportasi. Kegiatan penelitian ini merupakan salah satu bidang penelitian dari KK tersebut, yaitu : bidang Infrastructure Engineering, atau lebih spesifik lagi : bidang Pavement Analysis & Design dan Pavement Materials. Terdapat 6(enam) “domain” penelitian yang kami uraikan secara cukup mendetail, yang dituangkan dalam suatu “road map” penelitian yang menjangkau perioda penelitian yang cukup panjang dan terbagi atas 3(tiga) tahapan, tahapan awal, tahapan menengah dan tahapan lanjut. Semua penelitian yang telah kami saat ini, masih berada pada Tahap Awal atau Inisiasi. Dalam Tahap Menengah, semua penelitian akan terfokuskan kepada terwujudnya suatu “standar” perencanaan yang mengacu kepada kondisi Indonesia, dengan kondisi cuacanya yang spesifik, dengan kondisi tanah dasarnya yang bervariasi antar pulau, juga dengan berbagai material perkerasan jalan yang cukup bervariasi. Pada Tahap Lanjut nantinya, penelitian diarahkan kepada “sustainable pavement” untuk perkerasan di Indonesia, yang mendukung akan terwujudnya sistem “sustainable transport” secara keseluruhan.

Pengembangan topik-topik penelitian dimasa mendatang masih terbuka lebar, dengan memanfaatkan perkembangan IPTEK saat ini, dan juga dengan bekerjasama dengan beberapa KK yang ada di ITB, yang cukup relevan dengan penelitian kami. Kesemuanya ditujukan agar suatu era “sustainable transport” dapat terwujud di Indonesia, dimana semua pembangunan disegala macam sektor dapat terus menjaga kelestarian alam dan lingkungan, menciptakan ekosistem yang terpadu, dan akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan bangsa Indonesia.